Sejumlah driver ojek online (ojol) Jakarta mengaku kecewa terhadap massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang disebut langsung meninggalkan Jakarta setelah diterima oleh pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan. Massa AMPB yang dipimpin Supriyono alias Botok disebut pergi tanpa berpamitan kepada pihak ojol yang sebelumnya membantu mengawal dan memenuhi kebutuhan logistik mereka selama berada di Jakarta.
Perwakilan ojol Jakarta, Melva Pardede, menyampaikan kekecewaannya di depan Gedung DPR. Ia menilai massa AMPB tidak menunjukkan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu mereka selama berada di Jakarta. Melva juga mempertanyakan keputusan massa Pati yang langsung kembali ke daerah setelah audiensi dengan pimpinan DPR.
Melva menduga massa AMPB sengaja meninggalkan Jakarta setelah memperoleh sejumlah uang. Ia juga menyinggung risiko yang dihadapi rekan-rekan ojol saat membantu mengawal massa tersebut, termasuk ketika terjadi penindakan oleh aparat.
Karena merasa kecewa, komunitas ojol Jakarta menyatakan akan mengusir massa Pati apabila kembali datang ke Jakarta apabila RUU Perampasan Aset belum disahkan DPR hingga 15 Desember 2026. Mereka juga memberikan waktu 1×24 jam kepada pihak AMPB untuk menyampaikan permintaan maaf.
Melva mengatakan pihak ojol tidak meminta imbalan atas bantuan yang diberikan selama mengawal massa AMPB, termasuk bantuan logistik. Namun, ia menilai sikap massa Pati yang langsung pulang tanpa berpamitan telah menimbulkan kekecewaan di kalangan ojol Jakarta.
