Presiden Prabowo mencanangkan program revitalisasi sekolah sebagai salah satu agenda besar pemerintahannya di sektor pendidikan. Program ini ditujukan untuk memperbaiki gedung sekolah dan pesantren yang mengalami kerusakan, sekaligus memastikan anak-anak Indonesia memperoleh fasilitas belajar yang layak. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Pada 2025, pemerintah melaporkan sekitar 17.000 satuan pendidikan telah selesai diperbaiki. Memasuki tahun kedua pemerintahan Prabowo-Gibran, program revitalisasi terus diperluas. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa sebanyak 71.744 sekolah diperbaiki.
“Anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik. Karena itu kita jalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah kita. Sampai tahun ini, kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah,” kata Prabowo, seperti dikutip dari detik.com
Target pemerintah pun tidak berhenti pada capaian saat ini. Prabowo menyampaikan rencana untuk memperbaiki 100.000 sekolah pada 2027 dan kembali menargetkan 100.000 sekolah pada 2028. Selanjutnya, pada 2029, pemerintah menargetkan renovasi seluruh sekolah yang masih membutuhkan perbaikan, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, hingga pesantren.
Salah satu aspek penting dalam program revitalisasi ini adalah pemerataan pembangunan. Perbaikan fasilitas pendidikan tidak semestinya hanya terpusat di kota-kota besar atau Pulau Jawa. Sekolah di wilayah terluar, tertinggal, dan terpencil juga membutuhkan perhatian agar anak-anak di berbagai daerah memiliki kesempatan belajar dalam lingkungan yang aman dan layak.
Kondisi bangunan sekolah memiliki pengaruh terhadap kenyamanan dan proses belajar mengajar. Ruang kelas yang aman, atap yang tidak bocor, sanitasi yang memadai, serta fasilitas pendukung yang berfungsi baik merupakan kebutuhan dasar. Karena itu, revitalisasi sekolah perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Selain memperbaiki bangunan, pemerintah juga mendorong modernisasi pembelajaran melalui pembagian layar interaktif ke sekolah-sekolah. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat membuat kegiatan belajar lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa.
Revitalisasi sekolah merupakan bagian penting dari upaya membangun pendidikan yang lebih merata. Gedung yang layak dan fasilitas pembelajaran yang memadai dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Tantangan berikutnya adalah memastikan target pemerintah tercapai secara bertahap, tepat sasaran, dan berkelanjutan, sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang layak, di mana pun mereka tinggal.
