Menjelang dua tahun masa kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2026, berbagai indikator strategis menunjukkan bahwa arah kebijakan nasional berada di jalur yang tepat (on the right track).
Keberhasilan pembangunan dan perluasan jangkauan program sosial tidak hanya tercermin dari narasi optimistis, tetapi dibuktikan secara solid oleh data ekonomi makro, penurunan angka kemiskinan, serta dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Dari sisi ekonomi makro, ketahanan ekonomi Indonesia terbukti sangat solid di tengah ketidakpastian global.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi nasional tumbuh mengesankan sebesar 5,61 persen pada triwulan I-2026 dan 5,29 persen pada triwulan II-2026, sehingga secara akumulatif pertumbuhan semester pertama mencapai 5,45 persen.
Capaian di atas lima persen ini menegaskan efektivitas kebijakan stimulus ekonomi dan iklim investasi yang kondusif di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang eksponensial, tingkat kemiskinan berhasil ditekan secara signifikan. BPS mencatat tingkat kemiskinan pada Maret 2026 turun menjadi 8,07 persen dibandingkan 8,47 persen pada Maret 2025, dengan penurunan jumlah penduduk miskin menjadi 22,93 juta orang.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kebijakan sosial-ekonomi pemerintah tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga responsif dan inklusif dalam mengangkat kesejahteraan kelompok masyarakat rentan.
Di sektor sosial dan pelayanan dasar, komitmen pemerintah diwujudkan melalui akselerasi program unggulan seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kedua program strategis ini terbukti efektif memperluas akses pemenuhan gizi anak bangsa sekaligus menghadirkan layanan kesehatan preventif yang merata di seluruh pelosok tanah air.
Jangkauan penerima manfaat yang terus meluas diimbangi dengan pengawasan kualitas, keamanan pangan, dan ketepatan sasaran yang ketat demi menjamin manfaat optimal bagi publik.
Pemerintah juga mengoptimalkan belanja negara sebagai instrumen penggerak utama di sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan energi. Pengalokasian anggaran yang besar dan tepat sasaran mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat kapasitas nasional.
Melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel, setiap rupiah dana publik dipastikan terkonversi menjadi fasilitas serta layanan publik yang berkualitas tinggi.
Pada agenda ketahanan nasional, kebijakan swasembada pangan dan kemandirian energi menunjukkan progres yang sangat menggembirakan. Peningkatan produksi pertanian domestik, pengurangan ketergantungan impor, serta optimalisasi program bahan bakar nabati (biodiesel) memperkokoh kedaulatan ekonomi Indonesia.
Langkah ini berhasil menghemat devisa negara sekaligus melindungi perekonomian nasional dari gejolak harga komoditas global.
Tingginya apresiasi dan kepuasan publik dalam berbagai survei independen semakin mempertegas kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Pemerintah menjadikan dukungan publik tersebut sebagai dorongan semangat untuk terus bekerja keras menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat daya beli, serta memperluas lapangan kerja di seluruh daerah.
