Nusantaradaily – Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka Palu, Oni Setiawan, S.M., M.M., menilai stabilitas harga kebutuhan pokok berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan keberlangsungan ekonomi. Perubahan harga pangan, seperti daging ayam, telur, dan bawang merah, dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga.
Menurut Oni, harga kebutuhan pokok dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan, produksi, distribusi, permintaan, serta biaya energi dan transportasi. Karena itu, upaya menjaga keterjangkauan harga perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Stabilitas BBM dan Daya Beli Masyarakat
Oni menyoroti peran pemerintah dalam menjaga daya beli melalui kebijakan energi dan pangan. Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian ialah upaya mempertahankan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026, sebagaimana disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Menurutnya, stabilitas harga BBM dapat membantu mengendalikan biaya transportasi dan distribusi yang turut memengaruhi harga barang di tingkat konsumen.
“Stabilitas harga energi memiliki keterkaitan dengan daya beli masyarakat karena biaya transportasi dan distribusi merupakan bagian dari komponen yang memengaruhi harga barang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut perlu disertai pemantauan harga pangan dan ketersediaan stok agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Kolaborasi Jaga Pasokan Kebutuhan Pokok
Oni menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas harga. Pemantauan harga, pengawasan stok, serta kelancaran distribusi perlu diperkuat guna mengantisipasi gangguan pasokan di berbagai wilayah.
Keterbukaan informasi mengenai harga energi dan perkembangan harga kebutuhan pokok juga dinilai penting. Informasi yang akurat dapat membantu masyarakat memahami kondisi ekonomi serta kebijakan yang diterapkan pemerintah.
“Pemerintah perlu terus memastikan bahwa kebijakan yang berkaitan dengan stabilitas harga dan daya beli masyarakat dilaksanakan secara efektif serta disertai penyampaian informasi yang akurat dan mudah dipahami,” ungkapnya.
Informasi Berimbang untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi
Oni mengatakan masyarakat perlu menyikapi perubahan harga secara objektif dengan mempertimbangkan faktor pasokan, distribusi, biaya energi, dan kebijakan pemerintah. Kritik serta masukan publik tetap diperlukan sebagai bentuk pengawasan, tetapi perlu didukung informasi yang berimbang.
Ia menilai koordinasi lintas sektor dan konsistensi kebijakan menjadi faktor penting dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok. Dengan pemantauan pasokan dan distribusi yang baik, pemerintah diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga aktivitas ekonomi.
