Masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan kritik, menyuarakan tuntutan, dan mengingatkan negara mengenai persoalan HAM. Namun, penyampaian aspirasi tetap perlu dilakukan secara damai dan tertib, tanpa provokasi, kekerasan, maupun tindakan yang merugikan masyarakat luas.Pada saat yang sama, komitmen HAM tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga agar isu HAM tidak berhenti sebagai slogan atau agenda tahunan. Kritik publik, pengawasan kebijakan, penghormatan terhadap perbedaan, serta penolakan terhadap kekerasan merupakan bagian dari ekosistem penegakan HAM yang sehat.Dengan demikian, pesan September Hitam seharusnya tidak berhenti pada mengingat apa yang pernah terjadi. Lebih jauh, momentum tersebut dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia ke depan harus berjalan bersama penghormatan terhadap HAM. Pemerintah membangun, masyarakat mengawasi, dan seluruh pihak memastikan pembangunan tidak meninggalkan prinsip keadilan dan kemanusiaan.
